Ini hari pertamaku dan aku harus bisa bertahan dengan segala kemungkinannya. Sedikit memaksakan diri melawan terik matahari yang bener-bener mendidihkan kepala siang ini. Sambutan pertama ditempat kerja begitu tak menyenangkan bagiku. Asap rokok bercampur suara musik rock dan lainnya diputar kencang oleh client. Suara yang dihasilkan sudah lebih dari kata gaduh.
Bau keringat yang yahhh menambah pengapnya warnet sesaat membuatku melayang diudara. 1 jam..... 2 jam...... 3 jam berlalu dengan nafas ngos-ngosan, aku harus bertahan. Dan jam - jam berikutnya aku mulai merasa pusing, mual .
berlahan aku mencoba menutup mata mancari sedikit kedamaian. Petir yang menggelegar diluar sana bercampur dengan hujan deras mengagetkanku, astagfirullah berapa lama aku tertidur. Pusing dan mual sedikit demi sedikt menghilang bersamaan dengan pulihnya kesadaranku. Dingin menyeruak hingga ketulang . Bergidik melihat cuaca ekstrim diluar sana ya Rabbana semoga tak ada hal buruk yang terjadi.
Seperti ada tangan tak terlihat meremas pelan hatiku. PERIH . Hujan kembali membuka memori kelam hidupku.
Kenapa ?? kenapa harus terbayang masa indah dulu dengan seseorang yang telah menjungkirbalikkan hidupku?
kenapa harus sekarang saat kondisi payah kembali menghampiriku? Ada rindu disudut hati yang slalu berusaha aku tolak kehadirannya. Hujan aku tau saat kau datang aku tak bisa mencegahnya rasa itu turut hadir menghampiriku bukan sekeder rasa rindu tapi rasa perih. Semua kisahku berawal saat kau turun membasahi bumi dan harus berakhir saat kau kembali turun, bukan salahmu jika semuanya harus berakhir . Saat ini luka itu kembali terasa perih saat tetes demi tetesmu mengenainya .
Bi aku kangen kamu....
kapan kita bisa saling sapa lagi Bi ....
mungkinkah itu terjadi , kenapa slalu aku tetap berharap kembali ???
Bi sekedar mendengar ucap " assalamu'alaikum " darimu padaku tak apa.....
mungkinkah itu terjadi , kenapa slalu aku tetap berharap kembali ???
Bi sekedar mendengar ucap " assalamu'alaikum " darimu padaku tak apa.....
Bi ... hujan ini kembali memupuk rindu yang slalu kutolak hadirnya....
Bi .....
ahh Bi .....
kau tetap slalu berhasil membuatku menitikkan air mata lagi dan lagi !!!!!!!!!!!
Bi..... ah kata itu membuatku sedikit tersenyum, itu buka nama dia atau aku melaikan panggilan syang kami berdua. Aku ingat kalimat itu berhasil tercipta beberapa detik saat aku bener-benar rindu sosoknya. Aku ingat sepenggal percakapan padanya beberapa bulan sebelum kami bubar. " Bi aku ingin seperti kupu-kupu yg slalu ceria mengepakkan sayap indahnya menjelajahi udara tak ada beban yang mereka pikirkan yg mereka pikirkan bagaimana caranya mereka menarik perhatian dari lawan jenis mereka" .
Air mata mengelir tanpa bisa aku bendung bersama dengan guyuran hujan malam ini.
